Innovation Rules

Dalam tahun-tahun terakhir ini, kita melihat begitu banyak perubahan bisnis di sekitar kita. Terutama perubahan yang disebabkan perkembangan teknologi internet. Produk seperti transportasi on line, belanja on line, dan sebagainya menunjukkan bagaimana produk-produk tersebut mendominasi industri dan mengalahkan dengan telak produk konvensional. Apakah yang terjadi dengan kemampuan produk-produk baru tersebut merebut konsumen dan sulit dikejar oleh produk konvensional? Jawaban singkatnya adalah inovasi.

Konsep inovasi memang bukan hal yang baru, namun bentuk konkritnya baru sering kita lihat dewasa ini. Peter Drucker seorang guru manajemen pernah mengatakan bahwa ada dua hal yang paling penting dalam bisnis yaitu marketing dan inovasi, sedangkan hal lainnya merupakan faktor biaya. Dahulu inovasi hanya milik perusahaan besar yang mampu menginvestasikan sumberdaya pada unit kerja penelitian dan pengembangan. Sedangkan perusahaan menengah dan kecil karena keterbatasan sumberdaya tidak banyak yang melaksanakan inovasi. Namun seiring dengan perkembangan teknologi dan akses terhadap teknologi yang semakin luas bagi seluruh kalangan, inovasi dewasa ini banyak terlihat justru pada perusahaan skala kecil yang baru tumbuh yang kita kenal dengan istilah startup company.

Inovasi merupakan realisasi ide kreatif yang menciptakan nilai tambah sehingga dapat menjadi kapitalisasi pada hasil bisnis. Inovasi dapat kita lihat hasilnya sebagai suatu penciptaan nilai tambah pada proses atau juga suatu penciptaan nilai tambah pada produk. Jadi inovasi dapat berupa inovasi proses dan inovasi produk. Pada kegiatan inovasi produk, sering kali didapat hasil yang luar biasa, seperti mobil terbang, robot, dll. Kegiatan inovasi yang menghasilkan penemuan produk baru kita kenal dengan istilah invention (penemuan). Sedangkan inovasi proses dapat juga dilakukan secara radikal dan menyeluruh yang kita kenal dengan konsep process reengeneering.

Menurut Tony Davila dkk dalam bukunya Making Innovation Work, inovasi bukanlah suatu formula rahasia, namun lebih merupakan proses manajemen yang perlu dijalankan dengan disiplin tinggi. Untuk dapat mewujudkan inovasi di dalam organisasi, diperlukan tujuh rumusan dari manajemen inovasi, yaitu;

  1. Leadership yang kuat, yang mampu mendorong dan memberi semangat dalam rangka menhasilkan nilai tambah yang nyata. Peran pemimpin adalah merumuskan arah dan strategi dengan jelas.
  2. Inovasi perlu dibangun menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari mentalitas dasar perusahaan.
  3. Inovasi perlu selaras dengan strategi bisnis organisasi
  4. Keseimbangan antara ide kreatif sebagai input dan nilai tambah yang tercipta pada output perlu dijaga sehingga menghasilkan kapitalisasi bisnis yang maksimum.
  5. Diperlukan komitmen untuk memberantas sikap yang cari aman dan resisten terhadap kegiatan inovatif
  6. Jaringan inovasi baik secara internal maupun eksternal organisasi perlu dibangun sebagai struktur inovasi
  7. Pengukuran yang nyata dan tepat serta penghargaan yang tepat akan membangun perilaku inovatif yang diinginkan.

Dari tujuh rumusan manajemen inovasi menurut Tony Davila di atas, dapat kita abstraksikan menjadi 3 hal yang utuma, yaitu kepemimpinan, budaya, dan sistem manajemen.

Kepemimpinan yang kuat merupakan kepemimpinan kolaboratif yang mampu mengelola perbedaan demi menghasilkan ide kreatif yang lebih besar. Kepemimpinan yang mampu mendorong setiap orang untuk melakukan ekplorasi terhadap ide kreatif. Kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan berbagai kontribusi dari berbagai pihak sehingga tercipta jaringan yang terintegrasi di dalam organisasi. McKinsey Consulting mencoba membuat model terkait dengan Leadership Innovation sbb;
Sumber:http://www.mckinsey.com/business-functions/strategy-and-corporate-finance/our-insights/leadership-and-innovation


Budaya inovasi merupakan hal yang tidak mudah diwujudkan, apalagi jika organisasi berhadapan dengan tekanan persaingan dan keterbatasan sumberdaya. Budaya inovasi merupakan akumulasi dari perilaku-perilaku anggota organisasi yang terus menerus dilakukan sehingga membetuk kebiasaan secara kolektif. Budaya inovasi akan menjadi ciri khas dan karakter suatu organisasi oleh pihak lain yang menilainya. Budaya yang tidak menyalahkan, budaya yang menghargai perbedaan, budaya yang belajar dari kegagalan, budaya yang terbuka bagi anggota organisasi menyampaikan ide dan gagasannya, dan sebagainya. Manfaat dari terwujudnya budaya inovasi merupakan harapan dari semua organisasi, seperti yang digambarkan pada gambar berikut ini;
Sumber: https://businessinnovationculture.squarespace.com


Sistem manajemen yang memberikan dukungan anggota organisasi secara jelas memahami arah, sasaran, tujuan yang terukur, mulai dari tataran strategis dalam rencana strategis organisasi sampai pada tataran teknis operasional dalam berbagai dokumen Stardar Operasional Prosedur, Pedoman, aturan, dll. Sistem manajemen yang menghasilkan daya pembeda antara target yang tercapai dan target yang belum tercapai, yang pada akhirnya menghasilkan penghargaan dalam sistem manajemen kinerja yang terukur, obyektif, dan transparan. Salah satu contoh sistem manajemen inovasi yang disebut dengan IMPA (Innovation Management Platform) dapat dilihat pada gambar berikut ini;





Sumber: http://www.altran.ch/de/unsere-dienstleistungen/solutions/life-cycle-experience/impa-innovation-management-platform.html#.WN4pW_mGPDc

Inovasi merupakan konsep yang masih terus akan berkembang dan memberikan kontribusi yang besar dalam meningkatkan kinerja organisasi. Persaingan bisnis akan lebih banyak ditentukan bagaimana perusahaan mampu mewujudkan inovasi dalam organisasinya, baik inovasi proses maupun inovasi produk. Dalam hal ini kepemimpinan, budaya, dan sistem manajemen inovasi merupakan rumusan yang perlu direncanakan, diimplementasikan, dan dievaluasi serta ditingkatkan terus menerus.


Cognoscenti Consulting Group sebagai perusahaan konsultansi bidang manajemen, memiliki banyak pengalaman dalam membantu organisasi dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui perbaikan proses kerja. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik mulai dari penyusunan strategi hingga proses implementasi di tingkat operasional dan audit untuk menemukan perbaikan. Jika ada hal yang ingin anda diskusi dengan kami, silahkan jangan segan untuk menghubungi Cognoscenti Consulting Group. www.ccg.co.id / 021. 29022128


Previous
Next Post »