Managemen Tata Letak Fasilitas Pabrik (Perencanaan)

                                                                                    Pengertian
Tata letak pabrik dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas–fasilitas pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi. Pengaturan tersebut akan memanfaatkan luas area (space) untuk penempatan mesin atau fasilitas penunjang produksi lainnya, kelancaran gerakan-gerakan material, penyimpanan material (storage) baik yang bersifat temporer maupun permanen, personil pekerja dan sebagainya. Dalam tata letak pabrik ada 2 (dua) hal yang diatur letaknya yaitu pengaturan mesin (machine layout) dan pengaturan departemen yang ada dari pabrik (department layout). Bilamana kita menggunakan istilah tata letak pabrik, seringkali hal ini diartikan sebagai pengaturan peralatan atau fasilitas produksi yang sudah ada (the existing arrangement) ataupun bisa juga diartikan sebagai perencanaan tata letak pabrik yang baru sama sekali (the new layout plan).

Heizer dan Render (2005) menyatakan bahwa, desain tata letak harus mempertimbangkan beberapa hal:
  • - Utilisasi ruang, peralatan, dan orang yang lebih tinggi
  • - Aliran informasi, barang, atau orang yang lebih baik
  • - Moral karyawan yang lebih baik, juga kondisi lingkungan kerja yang lebih aman
  • - Interaksi dengan pelanggan yang lebih baik
  • - Fleksibilitas (bagaimanapun kondisi tata letak yang ada sekarang, tata letak tersebut akan perlu dirubah)
          Baca Juga : KONSEP MANAJEMEN KINERJA PADA LEAN MANUFACTURE 


Secara garis besar tujuan utama dari tata letak pabrik ialah mengatur area kerja dan segala fasilitas produksi yang paling ekonomis untuk beroperasi secara aman dan nyaman sehingga akan dapat menaikkan moral kerja dan performance dari operator. Tata letak memiliki banyak dampak strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses, fleksibilitas, dan biaya, serta kualitas lingkungan kerja, kontak pelanggan dan citra perusahaan. Tujuan strategi tata letak adalah untuk membangun tata letak yang ekonomis yang memenuhi kebutuhan persaingan perusahaan.

Mengenai Luas Lantai
Menurut Wignjosoebroto (2000), perencanaan luas lantai dari tempat kerja didapat setelah kita mengetahui jumlah mesin yang dibutuhkan (diperoleh dari routing sheet), ukuran bahan dan juga ukuran tiap mesin. Lantai yang akan dihitung luasnya terdiri dari lantai produksi, gudang komponen pembantu, gudang bahan pembantu, gudang bahan baku dan gudang barang jadi. Dalam perhitungan luas lantai, perlu diperhatikan mengenai gang (aisles). Penentuan besarnya gang dipengaruhi oleh ukuran faktor manusia, peralatan atau mesin dan bahan baku yang digunakan. Untuk menghitung luas lantai produksi, maka informasi yang diperlukan adalah nama mesin atau peralatan yang dipakai serta jumlahnya. Semua itu harus sesuai dengan yang terdapat pada routing sheet, dan ukuran mesin atau peralatan yang dipakai.

Menurut Apple (1990), sebelum menentukan kebutuhan gudang, sejumlah faktor yang berhubungan dengan kebutuhan ruangan perlu dipertimbangkan antara lain jenis bahan, ukuran bahan tiap komponen perbuah, jumlah tumpukan bahan, jumlah peralatan perlengkapan yang digunakan juga waktu komponen diterima dan dipakai. Ruangan untuk gudang bahan baku harus diberi kelonggaran untuk penyimpanan barang pada penerimaan, sementara menunggu proses pemeriksaan dan proses pengangkutan ke kegiatan yang sesuai. Gudang bahan jadi berhubungan dengan pengaturan persediaan yang terpilih untuk memenuhi pesanan, pengemasan barang atau pengiriman dan pemindahannya ke atas alat angkut untuk penyerahan.

Penentuan ruangan yang dibutuhkan untuk kegiatan pengiriman berkaitan erat dengan kegiatan penerimaan. Karenanya kebutuhan ruangan dapat ditentukan dengan mengacu pada informasi terdahulu pada penerimaan dengan menyesuaikannya sesuai dengan kebutuhan untuk mengatasi perbedaan antara keduanya, sejauh prosedur penentuan berkaitan. Luas lantai dari pabrik dapat dibagi menjadi luas lantai gudang bahan baku, luas lantai fabrikasi dan perakitan, luas lantai gudang barang jadi dan luas lantai perkantoran. Kegiatan yang mempengaruhi terhadap perhitungan luas lantai yaitu alat angkut, cara pengangkutan, cara penyimpanan bahan baku dan aliran bahan yang harus diperhitungkan dalam penentuan luas lantai dengan menambah kelonggaran. Tujuan menghitung luas lantai adalah untuk memperkirakan kebutuhan luas lantai bagian produksi yang meliputi jumlah mesin, material, operator, dan seluruh entitas yang diperlukan. Sedangkan kegunaan menghitung luas lantai adalah untuk menghitung ongkos penanganan bahan antar departemen, sesuai dengan luas lantai hasil perhitungan


Cognoscenti Consulting Group sebagai perusahaan konsultansi bidang manajemen, memiliki banyak pengalaman dalam membantu organisasi dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui perbaikan proses kerja. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik mulai dari penyusunan strategi hingga proses implementasi di tingkat operasional dan audit untuk menemukan perbaikan. Jika ada hal yang ingin anda diskusi dengan kami, silahkan jangan segan untuk menghubungi Cognoscenti Consulting Group. www.ccg.co.id / 021. 29022128


Previous
Next Post »