Peran Pemimpin dalam Kepuasan Kerja Karyawan

Peran Pemimpin dalam Kepuasan Kerja Karyawan
Peran Pemimpin dalam Kepuasan Kerja Karyawan - Sumber Gambar http://www.iso.org/

Dalam sebuah organisasi pastinya terdiri dari beberapa individu yang memiliki upaya untuk mencapai tujuan bersama. Di dalam organisasi atau perusahaan, peran pemimpin sangat berpengaruh terhadap seluruh elemen yang ada di dalam orgnanisasi. Peran pemimpin bukan hanya berperan untuk mengarahkan dan menggerakan individu yang ada di dalam organisasi saja, tetapi pemimpin juga harus memperhatikan seluruh elemen di dalam organisasi termasuk juga elemen sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Seperti yang disebutkan oleh William G. Scott, kepemimpinan ialah proses mempengaruhi aktifitas yang diorganisir dalam suatu kelompok dalam usahanya untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan, hal ini menegaskan bahwa pemimpin bertugas untuk mempengaruhi individu di dalam organisasi untuk menjalankan seluruh aktifitas.

Seperti diketahui, masalah sumber daya manusia adalah hal yang sangat kompleks. Hal ini disebabkan karena sumber daya manusia adalah sebuah aset besar perusahaan. Selain itu juga manusia yang ada di dalam organisasi memiliki karakter, keinginan, harapan, dan kebutuhan yang berbeda – beda. Individu dalam organisasi sangatlah beragam dan memiliki keunikan masing-masing. Karena keunikan dan keinginan yang berbeda itulah yang menyebabkan kepuasan kerja setiap individu perusahaan berbeda pula.

Baca Juga : Gaya Kepemimpinan Dalam Suatu Organisasi

Porter dan Lawler dalam Bavendam, J. (2000) menjelaskan bahwa kepuasan kerja merupakan bangunan unidimensional, dimana seseorang memiliki kepuasan umum atau ketidakpuasan dengan pekerjaannya. Kepuasan kerja seseorang bukan hanya didasari terhadap kepuasan atas kompensasi yang diterimanya, tetapi menurut Levi (2002), terdapat lima faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja seseorang. Lima faktor tersebut adalah :


Gambar 1. Lima Faktor Penyebab Kepuasan Kerja 


1. Pekerjaan
Faktor ini menitik beratkan kepada job description dari pekerjaan itu sendiri. Hal-hal apa yang dilakukan oleh karyawan di dalam pekerjaannya. Hal ini lebih berhubungan terhadap kepuasan karyawan terhadap apa yang dia lakukan. Apakah dirinya benar-benar menikmati pekerjaanya dan apakah pekerjaan yang dilakukannya sesuai dengan passion yang dimiliki oleh dirinya.

2. Atasan
Faktor atasan adalah faktor yang penting dalam kepuasan kerja karyawan. Karena sosok atasan atau pemimpin adalah sosok yang menjadi panutan bagi pada karyawan. Bukan hanya sebagai panutan tetapi peran atasan juga sebagai pemberi arahan dan juga sebagai seseorang yang harus dapat memotivasi karyawan ketika kinerjanya menurun.

3. Teman sekerja
Faktor teman sekerja ini berhubungan pada relasi antar karyawan di dalam oganisasi.

4. Promosi
Faktor promosi ini berhubungan terhadap kesempatan seorang karyawan dalam mendapatkan kesempatan untuk mencapai satu posisi di dalam perusahaan.

5. Gaji / Upah
Faktor gaji adalah faktor pemenuhan kebutuhan hidup karyawan yang dianggap layak atau tidak.

Dari kelima faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan, faktor atasanlah yang saat ini menjadi topik yang menarik. Karena muncul banyak pertanyaan bagaimana cara atau upaya yang dapat dilakukan oleh atasan agar para karyawannya memiliki kepuasan kerja yang baik yang akan berdampak pada pencapaian tujuan organisasi.

Baca Juga : Enam gaya kepemimpinan Seorang Manager (coercive, authoritative, affiliative, democratic, pacesetting, dan coaching.)

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa tipe / gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan dan menyebutkan bahwa gaya kepemimpinan seorang pemimpin sangat berpengaruh signifikan, terutama dalam mempengaruhi kinerja dan juga turn over karyawan. Gaya kepemimpinan seorang pemimpin mempengaruhi kepuasan kerja melalui bagaimana seorang pemimpin dalam menciptakan suasana dan lingkungan kerja yang menarik dan positif, memiliki cara komunikasi yang baik, dapat melimpahkan tanggung jawab dengan baik, dan dalam hal penerapan peraturan yang baik.
 
Sering disebutkan bahwa karyawan yang produktif adalah karyawan yang senang dan salah satunya dapat di pengaruhi oleh seorang pemimpin. Berikut adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan pemimpin untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan.


Gambar 2. Langkah meningkatkan Kepuasan Kerja Karyawan

1. Komunikasi dengan Baik
Sebagai seorang pemimpin, atasan harus dapat berkomunikasi dengan baik supaya para karyawan dapat mengerti dan memahami apa yang menjadi harapan seorang pemimpinnya dan apa yang menjadi fokus pimpinannya. Bukan hanya itu saja, berkomunikasi dengan baik disini juga berarti atasan dapat berkomunikasi secara dua arah, bukan hanya atasan yang memberikan arahan, tetapi atasan juga harus dapat menerima seluruh masukan dari para karyawan. Sehingga karyawan merasa lebih puas terhadap kepemimpinan atasannya.

2. Menjadi Contoh
Selain dapat berkomunikasi dengan baik, hal yang harus dilakukan pemimpin adalah memberi contoh yang baik kepada seluruh karyawannya. Pemimpin harus menunjukan secara jelas kepada setiap karyawan, sehingga karyawan dapat menjadikan pimpinannya sebagai seorang figure yang patut dicontoh.

3. Berikan Tanggung Jawab
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat mencetak seorang pemimpin baru. Dengan mendelegasikan tugas kepada karyawan, berarti pemimpin sudah berupaya untuk memberikan kepercayaan kepada karyawannya dan mempersiapkan karyawannya untuk menjadi seorang pemimpin baru yang akan membuat karyawan merasa lebih diapresiasi.

4. Berikan Kesempatan
Pemimpin juga harus memberikan kesempatan yang sama dan adil kepada seluruh karyawannya. Karena karyawan akan termotivasi ketika mereka mengetahui mereka memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri dan karirnya.

5. Berikan Penghargaan
Penghargaan yang dapat diberikan oleh pimpinan bukan hanya dengan insentif, tetapi pemimpin dapat memberikan penghargaan dengan berbagai cara seperti pemberian pujian, ucapan selamat, atau bahkan sekedar ucapan terima kasih secara tulus dari pimpinan. Karena karyawan akan merasa lebih termotivasi untuk melakukan sesuatu yang lebih baik lagi ketika mereka menyadari dan merasa bahwa yang dilakukannya telah berdampak positif untuk organisasi.

Baca Juga : Trik dan Cara Memotivasi Karyawan

Dari beberapa hal yang telah dijabarkan diatas, dapat disimpulkan bahwa pemimpin dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan dengan mengubah cara untuk menggerakkan para karyawannya seperti dengan merubah cara berkomunikasi, menjadi sosok panutan, memberikan tanggung jawab kepada karyawan, memberikan kesempatan kepada karyawan, dan memberikan penghargaan kepada karyawan. Kelima hal ini juga dapat dilakukan pemimpin untuk memotivasi karyawan untuk dapat lebih baik.

Cognoscenti Consulting Group sebagai perusahaan konsultansi bidang manajemen, memiliki banyak pengalaman dalam membantu organisasi dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui perbaikan proses kerja. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik mulai dari penyusunan strategi hingga proses implementasi di tingkat operasional dan audit untuk menemukan perbaikan. Jika ada hal yang ingin anda diskusi dengan kami, silahkan jangan segan untuk menghubungi Cognoscenti Consulting Group. www.ccg.co.id / 021. 29022128
Previous
Next Post »