EVALUASI VISI DAN MISI ORGANISASI


Visi dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan organisasi yang diharapkan terwujud di masa depan. Secara mudahnya, visi adalah untuk menunjukkan “kita ingin menjadi apa” untuk ke depannya. Kesamaan visi akan mendorong pada penciptaan suatu kerjasama seluruh anggota organisasi dalam pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Kesepahaman visi juga akan menyadarkan seluruh anggota terkait dengan peluang dan tantangan organisasi yang akan dihadapi. Adapun misi adalah turunan dari visi , dimana misi adalah suatu penjabaran dari hal-hal apa saja yang dilakukan agar visi tersebut dapat diwujudkan. Misi juga menjabarkan alasan keberadaan organisasi dan apa yang dilakukan oleh organisasi. Visi dan misi hendaknya juga merupakan komitmen seluruh anggota organisasi dari mulai level pimpinan sampai dengan bawahan. Visi dan misi merupakan sesuatu hal yang sangat penting bagi organisasi. Perubahan dalam visi dan misi pada hakekatnya akan mengarah langsung pada organisasi itu sendiri. Hal ini dikarenakan visi dan misi adalah sumber dari pembentukan nilai-nilai perusahaan serta akan menjadi pondasi dasar dalam menentukan strategi terpilih.

Selanjutnya, evaluasi visi dan misi organisasi? Hal-hal apa sajakah yang harus diperhatikan dalam mengevaluasi visi dan ada pertanyaan menarik. Apakah visi dan misi organisai perlu dievaluasi? Alasan apakah yang mendasari perlunya misi organisasi? Terakhir, apa saja yang diharapkan dari adanya evaluasi dari visi dan misi organisasi.

Visi dan misi sangatlah perlu untuk dievaluasi. Mengapa demikian? Ada satu kata kunci yang dapat menjawab pertanyaan tersebut, yaitu “perubahan”. Perubahan dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang berubah, beralih atau terjadi pertukaran. Dalam konteks manajemen, perubahan dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana terjadi tekanan yang membuat organisasi harus memiliki cara lain untuk menentukan arah, struktur, kapabilitas maupun strategi untuk melanjutkan aktivitasnya. Perubahan merupakan sesuatu yang pasti terjadi dan tidak dapat dihindari. Oleh karena itulah, adanya penyesuaian organisasi terhadap perubahan merupakan suatu hal yang mutlak. Ada beberapa sumber yang dapat menyebabkan perubahan, antara lain persaingan, regulasi, konsumen, teknologi, ekonomi, siklus hidup organisasi, akuisisi dan merger.

Sebagai contoh, marilah kita simak ilustrasi tentang PT ABC yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi yang melayani sambungan telepon. 


Visi PT ABC
“Menjadi yang terdepan dalam jasa layanan sambungan telepon di dalam negeri”

Misi PT ABC

1. Menyediakan jasa sambungan telepon yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia
2. Menyediakan jaringan sambungan telepon yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia
3. Membangun sumberdaya manusia yang handal dan berkompeten di bidang jasa layanan   sambungan telepon.


Visi dan misi PT ABC di atas tentu saja masih relevan sampai akhir tahun 90-an. Namun demikian seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi telekomunikasi, teknologi sambungan telepon telah mengalami perkembangan. Perkembangan di awal tahun 2000-an adalah mulai pesatnya pergeseran teknologi telepon, dari statis (diam) ke mobile (bergerak). Sampai dengan tahun 2015 saat ini, teknologi telekomunikasi pun lebih pesat lagi dan mengarah pada penggunaan yang user-mobile serta berbasis pada layanan data dan internet.

Apabila melihat ilustrasi di atas, apakah visi dan misi PT ABC masih relevan dengan perkembangan saat ini? Konsekuensi apa saja yang didapatkan apabila PT ABC tidak melakukan penyesuaian terhadap perubahan yang ada saat ini? Melihat ilustrasi di atas, tentu saja kita dengan sangat jelas dapat menyimpulkan bahwa visi dan misi PT ABC sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan saat ini. Visi dan misi merupakan pondasi dasar suatu organisasi dalam menjalankan aktivitasnya, sehingga Konsekuensi yang akan didapat tentu saja PT ABC akan sulit bersaing dalam industri. Hal ini dikarenakan jasa sambungan telepon statis sudah “ketinggalan zaman”, dimana orang-orang kini sudah lebih banyak yang menggunakan jasa telekomunikasi yang berbasis layanan data dan internet yang user-mobile. Para pesaing pun sudah mulai bertransformasi menjadi perusahaan jasa telekomunikasi yang berbasis pada layanan data dan internet provider. Valuasi PT ABC pun akan semakin terancam apabila tidak melakukan suatu perubahan.

Katakanlah PT ABC tetap ingin merubah visi dan misi organisasinya untuk bersaing di bidang jasa telekomunikasi. Bagaimanakah langkah yang harus dilakukan untuk mengevaluasi visi dan misi? Maka, hal yang perlu dilakukan oleh PT ABC adalah melakukan industry foresight atau pandangan ke depan tentang posisinya bila dibandingkan dengan arah industri jasa telekomunikasi. Analisa tersebut dapat dilakukan secara sederhana dengan menggunakan tabel di bawah ini.

Tabel Analisis Faktor Kunci Bisnis, Posisi Saat ini PT ABC dan Arah Industri (Masa Depan)

Berdasarkan tabel di atas, maka visi dan misi dapat dievaluasi berdasarkan arah perkembangan industri jasa telekomunikasi untuk ke depannya. Beberapa faktor kunci yang harus diperhatikan antara lain bisnis dan produk, pasar, kapabilitas organisasi, kultur organisasi, kompetensi serta struktur organisasi. Secara umum dapat dibandingkan bahwa saat ini PT ABC memiliki bisnis ataupun produk jasa layanan sambungan telepon statis, sedangkan industri sendiri bergerak ke arah jasa telekomunikasi berbasis layanan data dan internet serta user-mobile. Pasar yang dilayani oleh PT ABC adalah rumah tangga dan perkantoran, sedangkan industri ke depannya akan lebih berorientasi pada individu yang bergerak/dinamis (mobile). Kapabilitas organisasi saat ini untuk PT ABC adalah jaringan sambungan telepon yang tersebar luas hampir di seluruh Indonesia, sedangkan industri ke depannya lebih kepada luasnya jaringan data dan internet yang tersebar luas ke seluruh Indonesia. Secara kultur organisasi, saat ini PT ABC memiliki kultur birokrasi. Hal ini menyebabkan organisasi kurang inovatif, layanan prima tidak diutamakan serta tidak berorientasi kepada kepuasan pelanggan. Sedangkan arah industri justru sebaliknya. Kompetensi yang dimiliki oleh PT ABC saat ini adalah mengelola jasa sambungan telepon, sedangkan arah industri adalah pengelolaan jaringan data dan internet. Terakhir, struktur organisasi yang gemuk dan tidak efektif dan efisien PT ABC sangat berbanding terbalik dengan arah industri yang menuntut struktur organisasi yang ramping, efektif dan efisien.

Berdasarkan analisis di atas, maka perubahan visi dan misi di PT ABC dapat dilakukan sebagai berikut:

Visi PT ABC
“Menjadi provider yang terdepan dalam jasa layanan telekomunikasi di dalam negeri” 

Misi PT ABC 
1. Menyediakan jasa layanan telekomunikasi yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia
2. Menyediakan jaringan komunikasi yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia
3. Membangun sumberdaya manusia yang handal, inovatif, berorientasi kepuasan pelanggan serta memiliki kompetensi yang tinggi di bidang jasa telekomunikasi.

Gambar Faktor-faktor yang Menyebabkan Perubahan dalam Visi dan Misi Organisasi
Perubahan terhadap visi dan misi organisasi dapat menjadi perubahan yang sangat fundamental. Pada hakekatnya visi dan misi organisasi merupakan gambaran organisasi itu sendiri. Perubahan visi dan misi organisasi akan berdampak besar pada transformasi nilai, budaya dan strategi organisasi dalam menjalankan aktivitasnya.

Jika Anda membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai hal-hal apa saja yang harus dilakukan setelah visi, misi organisasi dievaluasi dan dirubah, silahkan menghubungi kami di Magna Transforma Consulting Group. Kami dengan senang hati akan berdiskusi dengan Anda terkait topik tersebut. Terimakasih.

Penulis: Northa Idaman











 
Previous
Next Post »