Reward and Punishment

Mengelola organisasi untuk mencapai keseimbangannya (organizational equilibrium) merupakan tantangan tersendiri, terutama pengelolaan kinerja karyawan. Kinerja karyawan akan mempengaruhi kinerja unit kerja dan akhirnya berkontraibusi kepada pencapaian kinerja perusahaan. Sehingga pengelolaan sumber daya manusia yang tepat tentunya akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Pemberian penghargaan dan sanksi (reward and punishment) dalam pekerjaan adalah salah satu pengelolaan sumber daya manusia yang mempengaruhi kinerja karyawan.

Penghargaan (reward) merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi karyawan, selain sebagai motivasi kerja yang tinggi untuk meningkatkan motivasi kerja, penghargaan juga memberikan arti bahwa karyawan tersebut dihargai perannya dalam perusahaan, terutama bagi karyawan yang berusaha keras untuk mencapai prestasi kerja yang baik serta karyawan yang telah lama bekerja dan berkontribusi bagi kelangsungan hidup perusahaan. Penghargaan akan menimbulkan perasaan bahwa usaha karyawan itu sendiri dalam berprestasi dihargai oleh perusahaan, dimana hal ini tentu memacu dan memotivasi karyawan untuk berprestasi lebih baik lagi. Secara umum diketahui bahwa dalam bagian-bagian penghargaan ada kompensasi. Kompensasi merupakan segala sesuatu yang diterima karyawan sebagai pengganti kontribusi jasa mereka pada perusahaan (Hasibuan, 2000).

Pemberian kompensasi merupakan salah satu pelaksanaan fungsi Manajemen Sumberdaya Manusia yang berhubungan dengan semua jenis pemberian penghargaan individual sebagai pertukaran dalam melakukan tugas keorganisasian. Kompensasi sangat penting bagi karyawan itu sendiri sebagai individu, karena besarnya kompensasi merupakan pencerminan atau ukuran nilai pekerjaan karyawan itu sendiri. Sebaliknya besar kecilnya kompensasi dapat mempengaruhi prestasi kerja, motivasi dan kepuasan kerja karyawan. Oleh karena itu, pemberian kompensasi kepada karyawan harus mempunyai dasar yang logis dan rasional. Apabila kompensasi diberikan secara tepat dan benar, maka para karyawan akan memperoleh kepuasan kerja dan termotivasi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Apabila kompensasi itu diberikan tidak memadai atau kurang tepat, prestasi, motivasi, dan kepuasan kerja karyawan akan menurun. Kompensasi bukan hanya penting untuk para karyawan saja, melainkan juga penting bagi organisasi itu sendiri, karena program-progam kompensasi merupakan pencerminan supaya organisasi untuk mempertahankan sumber daya manusia.

Dalam perusahaan, selain istilah penghargaan (reward), juga dikenal istilah sanksi (punishment). Pada situasi tertentu, kinerja karyawan dapat menurun. Kinerja karyawan tidak selalu dipengaruhi oleh faktor – faktor yang searah dengan kebutuhan dan keinginan karyawan, tetapi dipengaruhi juga dengan diberlakukannya cara yang berlawanan dengan kebutuhan dan keinginan karyawan yaitu sanksi (punishment). Sanksi adalah segala sesuatu yang dapat memperlemah perilaku dan cenderung untuk mengurangi frekuensi perilaku yang berikutnya dan biasanya terdiri dari permintaan suatu konsekuensi yang tidak diharapkan. Selain itu sanksi juga merupakan sebuah cara untuk mengarahkan sebuah tingkah laku seseorang atau sekelompok orang agar sesuai dengan tingkah laku yang berlaku secara umum. Sanksi diberikan ketika sebuah tingkah laku yang tidak diharapkan ditampilkan oleh orang yang bersangkutan; atau orang yang bersangkutan tidak memberikan respon dan tidak menampilkan sebuah tingkah laku yang diharapkan. Dalam suatu kegiatan organisasi atau perusahaan, sanksi merupakan hal yang lumrah, sebab sanksi bertujuan mendisiplinkan setiap karyawan agar bertindak sesuai peraturan-peraturan dan tata cara perilaku yang telah ditetapkan perusahaan.

Salah satu metode counseling yang terkenal adalah metode counseling Satir. Satir sendiri sebenarnya adalah nama orang yaitu Virginia Satir. Beliau merupakan family therapist yang salah satu pendekatannya adalah memberdayakan diri sendiri atau orang lain untuk memecahkan masalah mereka sendiri. Keyakinan kesembuhan menurut Satir adalah yang menjadi masalah adalah bukan masalah itu sendiri, yang menjadi masalah adalah cara mengatasi masalah tersebut. Setiap orang memiliki sumber kekuatan dari dalam dirinya sendiri untuk mengatasi masalah jadi focus dari terapi itu adalah orang tersebut.




Pada beberapa kondisi tertentu, penggunaan sanksi dapat lebih efektif untuk memperbaiki perilaku pegawai, yaitu dengan mempertimbangkan waktu, intensitas, jadwal, klarifikasi, dan impersonalitas (tidak bersifat pribadi). Program sanksi yang efektif dalam pengembangannya akan melibatkan:

1. Pengertian mengenai dasar-dasar psikologis utama mengenai bagaimana dan kapan menggunakan sanksi secara efektif.
2. Mengembangkan suatu program yang jelas, adil, dan tertulis dapat dilaksanakan.
3. Menyediakan pelatihan yang cukup memadai untuk semua level manajemen pada dasar-dasar utama kebijaksanaan sanksi dan perusahaan.

Dalam kehidupan sehari-hari perusahaan, pengimplementasian sanksi seringkali menjadi kontroversi dikarenakan sebagian karyawan menganggap sanksi sebagai pemaksaan yang tentunya merugikan. Mereka berpendapat bahwa sanksi merupakan hal yang tidak wajar karena tidak memacu kerja dan tentunya mereka akan menentang diterapkannya sanksi. Dalam menangani masalah ini diperlukan ketegasan seorang pemimpin khususnya Manajer untuk menjelaskan fungsi dan tujuan dari pengimplementasian sanksi tersebut; bahwa sanksi tidak akan diberlakukan pada karyawan yang tidak melanggar peraturan. Pemberian pemahaman yang baik dan benar diharapkan dapat mengefektifkan pemberian sanksi bagi karyawan yang tentunya akan berpengaruh pada mengingkatnya kinerja karyawan.

Jika anda membutuhkan penjelasan lebih lanjut, silahkan menghubungi kami di Magna Transforma Consulting Group. Kami dengan senang hati bersedia berdiskusi untuk menemukan strategi yang tepat dalam mengelola perusahaan anda.


 
 
 
 
 
 
 
 
 
Penulis: Clara Devinta, ST
Previous
Next Post »