Audit Dalam Organisasi

Istilah audit sering kita dengar, namun ternyata terdapat beberapa jenis audit yang masing-masing audit memiliki ciri, tujuan, dan aktivitas yang berbeda. Mengacu kepada Carnegie Mellon University, terdapat lima jenis audit yang biasa dilakukan dalam organisasi, yaitu;

1. Financial Audits
Jenis audit ini berorientasi kepada pemeriksaan akuntansi, pencatatan, dan pelaporan transaksi keuangan, termasuk di dalamnya melakukan review terhadap kecukupan pengendalian keuangan internal.

2. Audit Kesesuaian (Compliance Audits)
Jenis audit ini berorientasi kepada pemeriksaan kesesuaian terhadap regulasi pemerintah, peraturan perundangan, kebijakan organisasi dan prosedur.

3. Operational Audits
Jenis audit ini berorientasi kepada pemeriksaan penggunaan sumberdaya organisasi secara efektif dan efisien dalam rangka organisasi mencapai tujuannya. Audit jenis ini biasanya mengikutsertakan compliance audit, financial audit, dan information systems audit.

4. Investigative Audits
Jenis audit ini berlaku terhadap suatu kasus atau penugasan khusus. Fokus kegiatan audit ini adalah pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran peraturan, kebijakan, dan prosedur. Hasil dari audit ini akan berdampak kepada tindakan penghukuman kepada pihak yang dinilai bertanggungjawab terhadap kasus yang terjadi.

5. Information Systems (IS) Audits
Jenis audit ini berorientasi kepada pemeriksaan lingkungan pengendalian terhadap otomasisasi proses kerja dan bagaimana sistem beroperasi. Audit ini biasanya dilakukan dengan mengevaluasi input sistem, output, dan processing controls, backup dan rencana recovery, serta system security.



Audit dapat pula dibagi secara internal dan ekternal, dimana audit internal sering disebit audit pihak pertama, yaitu audit dalam rangka mengevaluasi diri sendiri dalam rangka peningkatan kinerja organisasi. Audit eksternal sering dikenal dengan audit pihak kedua dan audit pihak ketiga, yaitu audit yang biasa dilakukan oleh customer terhadap suppliernya (audit pihak kedua) yang tujuannya adalah untuk memastikan produk dan pelayanan yang dibeli sesuai dengan standar yang disepakati, serta audit yang dilakukan oleh pihak independen seperti Badan sertifikasi, badan akreditasi, atau lembaga pemerintah yang tujuannya adalah untuk keperluan mendapatkan predikat/peringkat/sertifikat.


Tabel Jenis Audit

Secara konseptual, audit didefinisikan sebagai suatu proses yang sistematis, independen dan terdokumentasi untuk mendapatkan bukti audit dan mengevaluasinya secara obyektif untuk menetapkan sejauh mana kriteria audit telah dipenuhi. Dalam hal ini, audit bukanlah suatu inspeksi apalagi suatu inspeksi yag mendapat atau yang sering kita kenal dengan SIDAK.

Audit pertama-tama dan utamanya adalah suatu proses yang sistematis, yaitu sutu proses yang terencana, disepakati para pihak (auditor dan auditee), dipersiapkan dengan baik. Pada hakekatnya, audit adalah suatu proses untuk mengevaluasi (meninjau) apakah fakta yang ditemukan di lapangan sebagai bukti audit sesuai dengan kriteria audit (acuan) yang dapat berupa standard, norma, prosedur, peraturan, dan kebijakan.
Auditor dituntut untuk dengan lugas mampu mendapatkan fakta berupa bukti audit yang setelah dibandingkan dengan kriteria audit menghasilkan temuan audit (audit finding) dan selanjutnya dievalusi untuk menyimpulkan apakah area yang diaudit telah efektif atau belum efektif melaksanakan sistem yang diaudit. Skema proses audit dapat digambarkan sebagai berikut: 



Gambar Proses Audit


Audit perlu dikelola dengan manajemen audit yang independen dan wewenang yang cukup, sehingga tidak jarang kita lihat dalam organisasi memiliki satuan pengawas internal (SPI) yang merupakan unit kerja independen langsung dibawah kewenangan Direktur Utama atau Dewan Komisaris.

Laporan hasil dari audit selanjutnya perlu ditindaklanjuti sebagai suatu kewajiban organisasi untuk pelakukan perbaikan dan memastikan temuan ketidaksesuaian yang ada tuntas dilakukan. Dalam hal ini manajemen perlu dilibatkan dalam rapat tinjauan manajamen (management review meeting) untuk membahas masalah, tindaklanjut perbaikan, dan hasil tindakan perbaikan yang telah diambil, serta dampak efektifitas tindakan perbaikan yang selanjutnya diformalkan dalam sistem manajemen yang ada dalam organisasi.


Laporan hasil dari audit selanjutnya perlu ditindaklanjuti sebagai suatu kewajiban organisasi untuk pelakukan perbaikan dan memastikan temuan ketidaksesuaian yang ada tuntas dilakukan. Dalam hal ini manajemen perlu dilibatkan dalam rapat tinjauan manajamen (management review meeting) untuk membahas masalah, tindaklanjut perbaikan, dan hasil tindakan perbaikan yang telah diambil, serta dampak efektifitas tindakan perbaikan yang selanjutnya diformalkan dalam sistem manajemen yang ada dalam organisasi.

Jika ada hal yang ingin anda diskusi dengan kami, silahkan jangan segan untuk menghubungi Magna Transforma Consulting Group.             



       







 Penulis: Dr. Martinus Tukiran, MT
Previous
Next Post »