Penerapan 5R



               Penerapan 5R di lingkungan atau tempat kerja merupakan salah satu hal yang mendasar yang perlu dilakukan sebelum kita melanjutkan ke peningkatan kualitas, produktivitas dan efisiensi. Coba bayangkan bagaimana kita dapat menghasilkan produk yang berkualitas, bekerja dengan baik, nyaman dan produktif di tempat yang berantakan, kotor dan penuh dengan barang-barang yang tidak jelas statusnya?
               Penerapan 5R sebenarnya tidak hanya berbicara tentang penataan tempat kerja saja melainkan juga tentang perilaku disiplin, tanggung jawab dan budaya kerja. Penerapan 5R dapat menumbuhkan perilaku positif dari setiap individu yang terlibat di dalamnya karena setiap orang dibiasakan untuk memperlakukan tempat kerjanya menjadi lebih rapi, bersih, teratur, dan terawat. Setiap orang juga diajarkan untuk dapat disiplin menjalankan standar-standar yang telah ditetapkan. Dengan mengelola tempat kerja menjadi lebih baik dan teratur dapat memunculkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab dari setiap orang yang berada di tempat kerja tersebut.
               Agar penerapan 5R dapat berjalan secara efektif, maka sejak awal sangat diperlukan peran dan keterlibatan dari Top Manajemen. Kesadaran Top Manajemen bahwa 5R merupakan pondasi dan budaya kerja yang dibutuhkan organisasi/perusahaan sangat berperan penting, karena hal tersebut dapat memberikan roh atau jiwa bagi penerapan 5R.

Dalam penerapan 5R kami membaginya menjadi 7 tahap, yaitu:

  1. 1. Tahap Persiapan
  2. 2. Tahap Pengenalan
  3. 3. Tahap Ringkas
  4. 4. Tahap Rapi
  5. 5. Tahap Resik
  6. 6. Tahap Rawat
  7. 7. Tahap Rajin
Oldest